Senin, 24 Februari 2014

Kegiatan BPD Desa Mulyajaya, Telukjambe Barat Karawang

Kegiatan BPD Desa Mulyajaya, Penanaman Pohon Jati

Minggu, 23 Februari 2014
Setalah sempat dilanda dengan banjir higga 4 kali dalam dua minggu, dan diguyur hujan hampir 2 minggu tidak berhenti, Desa Mulyajaya sudah mulai berbenah kembali, mulai menata perekonomian masyarakat, tentunya pasca banjir banyak menyisakan kerugian dan kerusakan yang cukup parah terutama dibidang fisik,

BPD Desa Mulyajaya yang merupakan unsur pemerintahan ikut berferan aktif dalam proses pemulihan pasca banjir tersebut tentunya dengan mengadakan program penanaman pohon di tepat-tempat terkenda banjir yang tentunya berfungsi untuk mengurangi dampak banjir

Area Pemakaman Umum adalah salah satu target BPD untuk dijadikan salah satu pengendalian banjir, karena 


Gbr. Ketua BPD Desa Mulyajaya sedang melakukan Penanaman Pohon Jati 

Gbr. Salah seorang warga sedang menanam pohon jati di pinggiran area Pemakaman Umum

Gbr. Salah seorang Anggota BPD sedang melakukan penanaman pohon jati

Gbr. Salah seorang anggota pemerintahan desa sedang melakukan penggalian tanah 

Dengan  adanya penanaman pohon jati diarea TPU ini mudah mudahan dapat mengurangi dampak kerusakan lingkungan khususnya diarea pemakaman ini
Itulah salah satu komitmen BPD Desa Mulyajaya terhadap kelestarian lingkungan

Note: Tulisan ini masih dalam proses penyusunan oleh Penulis


Salam
Ketua BPD, Desa Mulyajaya



Senin, 10 Februari 2014



Sejarah singkat Kampung Rc. Sepat

 
Sebelumnya penulis mohon maaf kepada warga dusun ranca sepat dan kepada para kerabat-kerabat tokoh yang tercatat dalam tulisan serta kepada para tokoh masayarakat, agama apabila dalam penulisan sejarah kampung ranca sepat ini terdapat kesalahan atau ada yang kurang
Dan penulis tidak ada tujuan lain, selain ingin memberikan edukasi kepada generasai muda sekarang ini yang sudah mulai melupakan akan pentingnya sebuah sejarah.

Dusun/Kampung Ranca sepat
Dusun ranca sepat atau lebih dikenal dengan kampung ranca sepat berada di Desa Mulyajaya, Kecamatan Telukjambe Barat-Karawang, yang terletak di bagian barat Kota Karawang sekaligus merupakan daerah perbatasan kedua Wilayah antara Kabupaten Karawang dengan Kabupaten Bekasi yang dipisah oleh kali Cibeet yang mengalir ke daerah utara Kabupaten Karawang yang bermuara dengan kali Citarum yang datang dari arah Timur Karawang



Maps: Kampung Ranca Sepat, Mulyajaya, Telukjambe Barat-Karawang

Dusun Ranca sepat mempunyai cerita sejarah tersendiri hal ini dapat kita ketahui dari asal kata Ranca dan kata Sepat, sehingga menjadi sebuah nama dusun Ranca sepat. menurut cerita yang berkembang dimasyarakat dan hasil dari penelusuaran, penulis senganja ingin menggambarkan asal cerita Dusun Ranca sepat.

Menurut cerita yang dari para tokoh masyarakat bahwa, asal kata Ranca yang mengandung arti Rawa, sedangkan Kata Sepat berasal dari nama pohon yaitu Pohon Kisepat,  mungkin pembaca bertanya kenapa tidak menggunakan kata Sepat yang berarti Ikan sepat yang mempunyai erat hubungannya dengan rawa/ranca, menurut cerita yang ada dimasayarakat saat ini, bahwa di kampung ranca sepat pada saat itu, yang merupakan daerah rawa-rawa, sedangkan sifat dan karakter pohon kisepat adalah sejenis pohon yang keras yang biasa tumbuh sendiri (menyediri) tidak campur tumbuh dengan pohon yang ini atas dasar keanehan itulah pendiri kamuong/lembur menjadikan pohon tersebut dijadikan nama kampong sehingga terbentuklah sebuah kampong/lembur ranca sepat.

Ranca yang mengandung makna (rawa) apabila kita tarik kesimpulan di dalam rawa terdapat berbagai macam sumber kehidupan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia

Mungkin atas dasar pemikiran tersebut, maka nama ranca sepat dijadikan nama lembur*(bhs sunda) ranca sepat  atau kampung ranca sepat, yang hingga saat ini rawanya yang terletak berada di sebelah timur selatan dusun ranca sepat letaknya di samping kantor desa Mulyajaya masih ada walaupun sudah banyak berubah menjadi sawah namun ciri atau tanda-tanda rawa masih dapat kita lihat sampai saat ini, sedangkan untuk pohon kisepat saat ini sudah tidak dapat kita temukan lagi, hingga saat ini penulis masih mencari pohon tersebut untuk dijadikan simbol atau lambang didaerah tersebut.

Nama kampung ranca sepat itu sendiri merupakan sebuah nama pemberian dari seorang Aulia Syeh……….* (untuk nama oleh penulis dirahasiahkan) yang dari Bogor pada saat itu beliau sedang mengembara dan singgah di daerah tersebut sebelum melanjutkan perjalanan pengembaraan menyebarkan agama Islam kedaerah lainnya.

Nama ranca sepat selain dijadikan nama kampung juga dijadikan nama sekolah dasar (SDN Ranca Sepat) yang terletak di daerah Rancapaku Desa Mekarmulya, Telukjambe Barat-Karawang yang menurut cerita masih ada erat kaitan dengan kampung ranca sepat.

Kehidupan masyarakat ranca sepat pada saat itu dengan bertani dan bercocok tanam karena daerah tersebut merupakan daerah subur akan kekayaan alam mulai dari petani, dan bercocok tanam, ada juga yang bermata pencaharian dari kali Cibeet sebagai penambang pasir.

Dikampung ranca sepat terdapat sebuah makam yang dipercaya masih mengandung mistis yang sangat kental tidak jarang, banyak orang yang datang untuk berjiarah ke makam embah penghulu ada yang hanya sekedar untuk mendoakan dan tak jarang pula orang yang datang untuk meminta berkah dan karomah, baik itu masyarakat  dusun ranca sepat atau masyarakat desa mulyajaya dan sekitarnya tetapi ada juga yang datang dari luar daerah.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat saat ini bahwa makam tersebut adalah makam seorang ulama besar yang berasal dari daerah Cirebon Syech…….(nama dirahasiahkan) yang datang untuk meneruskan penyebaran agama Islam dari ulama sebelumnya (red), makam tersebut adalah makam/karamat (bhs sunda) Mbah Penghulu*  begitulah orang menyebutnya, mulai dari situlah masyarakat kampung ranca sepat lebih mengenal dekat tentang ajaran Islam. Sedangkan julukan/gelar/panggilan Mbah Penghulu melekat pada ulama besar ini (syaech….) dikarenakan dialah yang sering melakukan ijab qabul pernikanan atas masyarakat ranca sepat yang pada saat itu masayarakat belum memahami benar tentang istilah perkawinan dalam agama islam dan masih terpaku kepada adat perkawinan buhun yang mereka percayai yang merupakan warisan secara turun-temurun dari leluhur mereka, yang menurut cerita masyarakat bahwa asal muasal orang ranca sepat dari Solo (mohon dikoreksi), dan kapan kampung ranca sepat berdiri (ada) penulis masih mencari sumber. Sebagai gambaran bahwa menurut sumber, ranca sepat berdiri sebelum penjahan belanda di Indonesia.

Atas kebenaran tulisan ini,

Wallaahu a'lam bishshowab

To be continue…….



Note:
Jika pembaca ada informasi tentang pohon/Kayu Kisepat mohon dapat menginformasikannya kepada penulis melalui blog ini atau email: bpdmulyajaya@gmail.com

Tidak mengurangi rasa hormat, penulis terbuka untuk saran dan masukan agar penulisan sejarah kampung ranca sepat ini dapat terselesaikan dengan baik


BPD
Desa Mulyajaya, Telukjambe Barat-Karawang